Bangcipul's Blog

Just another WordPress.com weblog

tugas TPKI Oktober 31, 2009

Filed under: Uncategorized — bangcipul @ 5:04 am

BAB III

PENDAHULUAN

 

LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tantangan dalam dunia pendidikan saat ini adalah bagaimana menyiapkan kualitas sumber daya manusia yang nantinya mampu bersaing dalam era global yang menuntut keterampilan serta kreatifitas tinggi. Oleh karena itu pendidikan memerlukan perhatian yang khusus dari segi mutu atau kualitasnya.

Banyak hal yang telah diupayakan pemerintah agar mutu pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik dari sebelumnya yaitu dengan adanya pembaharuan pendidikan. Menurut Nurhadi (2004:1) terdapat tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam pembeharuan pendidikan yaitu pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, dan efektivitas metode pembelajaran.

Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia adalah dengan mengadakan perubahan kurikulum, yaitu dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau kurikulum 2004 menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006. Ada perbedaan yang mendasar dari kedua kurikulum tersebut yaitu, jika KBK disusun oleh pemerintah pusat maka KTSP disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan dengan tetap mengacu pada standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Selain pembaharuan kurikulum hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia adalah proses pembelajaran. Proses pembelajaran di kelas memilki peran yang sangat penting dalam upaya pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam hal ini guru memegang peranan yang sangat penting akan keberhasilan proses pembelajaran tersebut disamping ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi berhasil tidaknya suatu proses pembelajaran. Tugas guru yang utama adalah mengajar. Elias (dalam Rosyada, 2004:89) menjelaskan bahwa mengajar adalah kata kunci yang sangat mempengaruhi keberhasilan sebuah proses pendidikan.

Dalam mengajar guru hendaknya lebih kreatif dalam memilih metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan keadaan serta kondisi lingkungan di mana dia mengajar. Pemilihan dan penentuan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan diharapkan akan memudahkan siswa dalam memahami materi tersebut. Selain itu siswa bisa lebih berperan aktif dalam proses belajar mengajar.

Selama ini siswa selalu terkondisikan untuk menerima informasi apa adanya, sehingga siswa cenderung pasif dan menunggu diberi informasi tanpa berusaha menemukan informasi tersebut. Hal itu menyebabkan siswa hanya mampu untuk menghapal tanpa memahami materi yang telah diterimanya. Depdiknas (dalam Nurhadi, 2004:3) menyimpulkan sebagai berikut.



BAB III

Sebagian besar dari siswa tidak mapu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan digunakan/dimanfaatkan. Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan, yaitu menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Mereka sangat butuh memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan tempat kerja dan masyarakat pada umumnya di mana mereka akan hidup dan bekerja”.

Maka dari itu agar siswa lebih bisa lagi mengasah kreatifitasnya diperlukan sebuah metode pembelajaran baru yang menekankan keaktifan siswa. Dengan diterapkannya variasi metode pembelajaran diharapkan akan menumbuhkan motivasi dan minat siswa dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Selain itu metode pembelajaran yang bervariasi akan lebih meningkatkan keaktifan siswa serta membuat siswa dapat lebih memahami materi yang diberikan sehingga bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu metode pembelajaran yang lebih menekankan pada keaktifan siswa adalah metode pembelajaran kooperatif. Ada berbagai metode dalam pembelajaran kooperatif yang semuanya lebih menekankan pada keaktifan siswa dan mamiliki berbagai macam kelebihan. Dua diantaranya adalah metode jigsaw dan metode struktural model NHT (Numbered Heads Together). Keduanya merupakan metode pembelajaran yang menuntut siswa untuk bisa bekerja sama dan memiliki berbagai kelebihan dibandingkan metode pembelajaran lainnya.

Metode jigsaw adalah metode pembelajaran dengan menggunakan pola kelompok asal dan kelompok ahli yang lebih mengutamakan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Metode ini membutuhkan kerja sama yang tinggi antar anggota kelompok agar dapat memahami materi yang diberikan. Dalam metode ini setiap kelompok mendapatkan suatu topik bahasan dan setiap anggota kelompok mencari informasi tentang satu isi topic yang dipelajari. Artinya kelompok dibongkar dan siswa-siswa yang mempunyai sub pokok bahasan yang sama dari kelompok yang berbeda bertemu dan membentuk kelompok baru yang disebut dengan kelompok ahli. Siswa ahli mengajarkan informasi yang diperoleh kepada kelompok asal sehingga sub topik dikumpulkan bersama menjadi satu kesatuan informasi.

Adapun kelebihan dan kelemahan dalam pembelajaran kooperatif model jigsaw adalah sebagai berikut.

  • Kelebihan

Kelompok memiliki sumber informasi maupun buah pikiran yang lebih kaya daripada yang dimiliki individu

  • Dapat meningkatkan pemahaman terhadap diri sendiri maupun orang lain dan meningkatkan kemampuan individu untuk berinteraksi.

1. Melatih siswa menghadapi masalah secara kelompok.

2. Partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dapat menigkat.

3. Siswa mempunyai banyak kesempatan untuk menghargai perbedaan.

4. Mengurangi rasa kurang percaya diri dalam diri siswa.

5. Menigkatkan motivasi, harga diri dan sikap positif siswa.

6. Meningkatkan prestasi belajar siswa.

  • Kelemahan
    1. Memerlukan waktu yang lebih banyak daripada cara belajar yang biasa.
    2. Dapat memboroskan waktu terutama bila terjadi hal-hal negatif seperti pengarahan yang kurang tepat serta pembicaraan yang berlarut-larut.
    3. Memprasyaratkan siswa punya latar belakang yang cukup untuk dapat membahas masalah yang akan didiskusikan.
    4. Tidak dapat diberikan pada tahap awal proses belajar bila siswa belum memiliki konsep atau pengamatan tentang bahan yang akan disajikan.

Sedangkan Numbered Heads Together adalah metode pembelajaran dengan sistem penomoran yang mengutamakan pola interaksi antar siswa yang terbentuk dalam kelompok siswa dan selalu bekerjasama secara kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Metode ini dimaksudkan sebagai alternative terhadap struktur kelas yang tradisional. Adapun kelebihan dan kelemahan dari metode NHT adalah sebagai berikut.

  • Kelebihan
  1. Setiap siswa menjadi siap semua.
  2. Dapat melakukan diskusi dengan sugguh-sungguh.

  3. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.

  • Kelemahan
    1. Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru.
    2. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru.

Berdasarkan wawancara peneliti dengan waka kurikulum SMK PGRI Turen diperoleh informasi tentang pembelajaran yang biasa dilaksanakan di sekolah tersebut. Kurangnya media pembelajaran serta penerapan metode pembelajaran terbaru mengakibatkan kegiatan belajar mengajar tidak efektif.

Selain alasan tersebut ada beberapa alasan lain yang menyebabkan peneliti melakukan penelitian mengenai metode pembelajaran Jigsaw dan NHT di SMK PGRI Turen

Dari beberapa penelitian yang telah ada sebelumnya disebutkan bahwa metode jigsaw dan metode NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan motivasi serta prestasi belajar siswa. Namun belum diketahui diantara kedua metode tersebut manakah yang lebih efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Untuk lebih mengetahui keefektifan kedua metode tersebut peneliti mencoba untuk melakukan penelitian di SMK Negeri 1 Turen. Sekolah ini dipilih karena menurut informasi yang diperoleh peneliti bahwa di sekolah tersebut belum ada penelitian yang membandingkan antara metode jigsaw dengan metode NHT (Numbered Heads Together).

Berdasarkan penjelasan di atas peneliti berkeinginan melakukan penelitian yang berjudul “Perbedaan Prestasi Belajar Akuntansi Antara Metode Kooperatif Model Struktural Numbered Heads Together dengan Metode Jigsaw di SMK Negeri 1 Turen Malang”.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s